Chapter 1 - Awal
“...gue harus menjadi musisi, gue harus bisa, bisa dan bisa main musik…”
di dalam hati aku berkata Sambil mendengarkan sebuah lagu yang ku sukai higga membawaku terlelap dalam mimpi.
“bangun,, bangun udah kesiangan,, de bangun..”, suara tegas ayahku membangunkan aku.
“waaaa,, jam udah jam setengah tujuh,,”, kataku sambil bergegas bangun dan berlari menuju kamar mandi.
Dengan terburu-buru memakai seragam sekolah, kemudian memasukan buku kedalam tas. Jam dinding telah menunjukan angka 06.45.
“harus lari nih kalo ngga telat bisa-bisa sampe sekolah”, kata ku.
“susunya di minum dulu sebelum berangkat, sekalian ambil uang saku mu di atas meja makan”, kata ayahku.
“ya..”, jawabku.
Nama ku BONE, BONETO lengkapnya. jenis kelamin Laki-Laki, umur 16 tahun, Tinggal bersama Ayah, dan kaka laki-laki, di rumah sederhana namun nyaman bagiku.
*****
Sambil berlari mengejar bis angkutan kota menuju sekolah yang tengah berjalan pelan.
“Bang, bang, bang tunggu”, teriakku.
Di dalam bis aku memperhatikan disekelilingku, aku melihat beberapa anak perempuan berseragam sekolah berada satu bis denganku. Ada satu anak yang menarik perhatian ku. Ku pandangi dari belakang dengan tatapan penuh rasa penasaran. Hingga tiba-tiba...
“Oooiiii….bengong aja, kesurupan entar lo…masih pagi nih!”, teriak seorang temanku yang tanpa kusadari sudah berdiri di samping ku.
“Jangkrriikkk…kaget-kagetin aja lo…untung jantung gue masih sehat…kalo ga modar di sini, kan gak lucu, nanti di koran ditulis seorang siswa smu meninggal di bis angkutan umum setelah dikagetkan seorang temanya..hahahaha”, canda ku
“bisa aja lo..bercandanya…”, kata temanku.
Dia adalah Adnan usianya sama denganku dia merupakan teman sepermainan sejak kecil, sudah 4 tahun kita berada di sekolah yang sama. Mulai dari duduk di bangku smp hingga sekarang sma. Kami sering berangkat bersama kesekolah sampai-sampai teman sekolahku ada yang mengatakan kami seperti buah zakar yang selalu bersama kemana-mana.
“kiri bang, ayo turun udah nyampe nih, lo mau sampe kapan ngeliatin tuh cewe terus..!!!, ayo turun entar telat lagi, udah mepet nih waktunya”, kata adnan sambil menarik baju ku turun dari bis angkutan umum.
Aku bergegas turun dari bis angkutan umum menyusul adnan dari belakang.
Sambil berjalan kami melewati sekelompok anak muda tengah berkumpul di depan markas band rock legenda indonesia Butterfly. Oh iya sekolah ku berada di daerah Kalibata, Jakarta. Jika melalui jalan raya pasar minggu maka kami harus melalui jalan toltop karena itu akses terdekat menuju sekolah kami. Dan di jalan toltop itulah terdapat markas band rock Butterfly. Sering kami melihat para personil Butterfly sedang asik berkumpul dengan para fansnya, tak jarang juga teman-temanku meminta foto bareng dengan mereka jika saat bertemu.
Sambil berlalu aku berkata “ kapan yakh kita bisa seperti mereka, huft”
“lo emang mo jadi anak band ?”, jawab adnan
“ya kepengen lah”, jawabku
“emang lo bisa main musik ?”, Tanya adnan
“belom bisa banget sih tapi kan bisa belajar.”, jawab ku
“apa kita bikin band aja!!”, kata adnan serius sambil menatap ku
“ayo..!”, jawabku bersemangat
Dari kejauhan terdengar suara bel sekolah kami berbunyi “teeeeeeeeet”, “teeeeeeeet”, ”teeeeeet”
“Laarii !!! Bel masuk udah bunyi…”, kata ku dengan tiba-tiba lari
“waaaa, sialan….”, Kata adnan yang ikut berlari juga.
Di depan gerbang, bapak security telah bersiap untuk menutup pintu gerbang, saat pintu gerbang hampir tertutup aku dan adnan berhasil sampai dihalaman sekolah dengan napas terengah-engah. Kulihat di dinding pos security jam telah menunjukan pas pukul tujuh. kami pun masuk masuk dengan terburu-buru.
Kami pun berjalan dilorong sekolah menuju kelas masing-masing, kami tidak duduk dikelas yang sama adnan duduk dikela X-B dan aku dikelas X-H. Kelasku dan kelas adnan berada dilantai dua bangunan sekolah. saat menaiki tangga untuk menuju ke lantai dua, aku bertemu teman sekelasku dia adalah Sabba. Sabba adalah teman sebangku ku saat pertama kali masuk kesekolah ini.
"Cuy gue duluan masuk kelas ya, kayaknya guru gue udah masuk nih, liat tuh didepan kelas gue udah sepi gak ada anak-anak", kata adnan.
"Oke cuy sip, sampe ketemu nanti jam istirahat dikantin", jawab ku.
"OK", balas adnan.
adnan pun bergegas menuju kekelasnya. dan aku berjalan bersama sabba menuju kelasku. didepan kelasku tampak teman-temanku sedang asik bercanda didepan kelas yang menandakan guru mata pelajaran pertamaku belum datang.
"lo abis olahraga pagi bon, baju udah basah keringetan begitu...?", tanya salah satu teman kelasku.
"hahaha...iya abis jogging gue dari depan toltop sampe sini...", jawabku.
"Makanya dateng pagian kayak gue, elo dari pertama masuk sampe sekarang masih aja dateng mepet...by the way udah ngerjain tugas kewarganegaraan belom lo yang suruh ngerangkum berita di tv kemarin sore?", tanya temanku.
"iye-iye gue kesiangan lagi hari ini, udah gitu mana jalanan macet pulak, makanya gue baru dateng tugas kewarganegaraan yang mana tuh???", Jawabku dengan perasaan bingung.
"halah lupa lagi lo!!" kata temanku,
"lo udah ngerjain sabb..??", tanyanya ke sabba.
"lo udah ngerjain sabb..??", tanyanya ke sabba.
"Udah dong, kaan lo tau kalo gue paling rajin dikelas, hahaha", jawab sabas sambil tertawa bercanda.
"Yaudah kasih tau tuh si bone, dari pada dia disuruh lari keliling lapangan, kasian udah lari dari toltop, hahaha", kata temanku sambil meledeku dengan tertawa.
"hahaha...sialan lo...", kataku sambil berlalu masuk kelas dan menuju ke tempat dudukku.
"emangnya lo gak ngerjain tugas kewarganegaraan ??", tanya sabba kepadaku.
"tenang aja udah gue kerjain kok, gak lagi deh gue lari tujuh kali keliling lapangan kayak minggu kemaren...", jawabku.
tiba-tiba salah seorang teman wanita ku berteriak didepan kelas mengisyaratkan bahwa guru mata pelajaran pertama kami sedang menuju kekelas. dan benar saja tak berapa lama ibu guru mata pelajaran kewarganegaraan pun hadir dikelas.
********
Jam sudah menunjukan pukul 09.25...
"hmmn...lima menit lagi bell istirahat...", gumanku.
10 menit kemudian...
... 09.35
"anying, udah lewat lima menit masih belom bel juga...!!", ketusku dalam hati.
tak berapa lama kemudian.
"TEEEEEEEEEEET...TEEEEEEET...TEET", bunyi bell sekolah menandakan waktu istirahat.
"HOREEE SITIRAHAT...", Serentak suara teriakan anak-anak didalam kelas.
Anak-anak bergegas keluar kelas, sedangkan aku masih duduk sambil melihat kearah awan melalui jendela.
Birunya langit dan sekumpulan awan yang berjalan lambat ke arah utara.
"cerahnya hari ini, hmmn", dalam hati.
"BONE AYO KEKANTIN !!!", Teriak salah seoarang temanku dari depan pintu kelas.
"Oke, Sip", jawabku.
Setelah membereskan barang-barangku kedalam tas, aku bergegas menyusul temanku yang telah menunggu di depan kelas menuju kekantin.
Riuh suara, dentingan sendok dan garpu menyapu piring, seruput dan dahagan menghiasi seperti dalam pesta. "Tumben udah rame aja nih kantin", kata temanku.
"Iya, kita kan keluarnya telat", jawabku.
tiba-tiba
"Wooi lank, sini wooi masih ada tempat kosong nih disamping gue", teriak seorang yang ternyata adalah adnan.
aku pun berjalan menuju meja tempat dimana adnan duduk.
"Lo keluar lama aja...? Tumben, abis pada disetrap apa...?, hahaha", Tanya adnan sambil tertawa.
"hahaha, kagak, tadi guru gue ngasih tugas buat minggu depan, soalnya ditulis whiteboard jadi keluarnya agak lama... tanya aja kakek noh", jawabku.
"Iya, jadi suruh nunggu temen-temen yang lain selesai nyatet tuh soal baru pada boleh keluar istirahat...huft", kata kakek.
oh iya aku belum memperkenalkan teman kelasku yang satu ini, dia adalah kakek. kakek?? berarti sudah tua dong??!!, tidak, kakek hanya nama panggilannya saja. dia dipanggil kakek saat kami menjalan masa oreantasi siswa atau MOS waktu pertama kali masuk disekolah ini. yang memberi nama panggilan itupun adalah kakak osis yang kebetulan waktu itu menjadi guide dikelas kami. dikarenakan dia terlihat seperti kakek-kakek dengan perawakan kurus, tinggi, berkulit agak gelap. berpakaian rapi, bercelana gantung dan saat berjalan agak sedikit membungkuk. diwajahnya mengenakan kaca mata bulat seperti kacamata yang dipakai vokalis band the beatles John Lennon.
"hmmn...lima menit lagi bell istirahat...", gumanku.
10 menit kemudian...
... 09.35
"anying, udah lewat lima menit masih belom bel juga...!!", ketusku dalam hati.
tak berapa lama kemudian.
"TEEEEEEEEEEET...TEEEEEEET...TEET", bunyi bell sekolah menandakan waktu istirahat.
"HOREEE SITIRAHAT...", Serentak suara teriakan anak-anak didalam kelas.
Anak-anak bergegas keluar kelas, sedangkan aku masih duduk sambil melihat kearah awan melalui jendela.
Birunya langit dan sekumpulan awan yang berjalan lambat ke arah utara.
"cerahnya hari ini, hmmn", dalam hati.
"BONE AYO KEKANTIN !!!", Teriak salah seoarang temanku dari depan pintu kelas.
"Oke, Sip", jawabku.
Setelah membereskan barang-barangku kedalam tas, aku bergegas menyusul temanku yang telah menunggu di depan kelas menuju kekantin.
Riuh suara, dentingan sendok dan garpu menyapu piring, seruput dan dahagan menghiasi seperti dalam pesta. "Tumben udah rame aja nih kantin", kata temanku.
"Iya, kita kan keluarnya telat", jawabku.
tiba-tiba
"Wooi lank, sini wooi masih ada tempat kosong nih disamping gue", teriak seorang yang ternyata adalah adnan.
aku pun berjalan menuju meja tempat dimana adnan duduk.
"Lo keluar lama aja...? Tumben, abis pada disetrap apa...?, hahaha", Tanya adnan sambil tertawa.
"hahaha, kagak, tadi guru gue ngasih tugas buat minggu depan, soalnya ditulis whiteboard jadi keluarnya agak lama... tanya aja kakek noh", jawabku.
"Iya, jadi suruh nunggu temen-temen yang lain selesai nyatet tuh soal baru pada boleh keluar istirahat...huft", kata kakek.
oh iya aku belum memperkenalkan teman kelasku yang satu ini, dia adalah kakek. kakek?? berarti sudah tua dong??!!, tidak, kakek hanya nama panggilannya saja. dia dipanggil kakek saat kami menjalan masa oreantasi siswa atau MOS waktu pertama kali masuk disekolah ini. yang memberi nama panggilan itupun adalah kakak osis yang kebetulan waktu itu menjadi guide dikelas kami. dikarenakan dia terlihat seperti kakek-kakek dengan perawakan kurus, tinggi, berkulit agak gelap. berpakaian rapi, bercelana gantung dan saat berjalan agak sedikit membungkuk. diwajahnya mengenakan kaca mata bulat seperti kacamata yang dipakai vokalis band the beatles John Lennon.
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar